Sabtu, 13 Desember 2014

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Batang merupakan bagian yang muncul di permukaan tanah, berbantuk lurus batang bambudan bulat dan terdiri dari ruas-ruas yang dibatasi oleh sekat antar ruas (buku). Setiap bagian buku bambu (node) memiliki dua cincin, bagian bawah disebut dengan cincin.Batang monokotil biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder, penebalan batang biasanya dilakukan oleh meristem penebalan primer Pertumbuhan ini terjadi sebagai aktifitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem apeks. Meristem ini disebut sebagai kambium pembuluh, tetapi sifatnya sangat berbeda dengan pembuluh pada dikotil.kambium ini menghasilkan ikatan pembuluh sekunder yang terpisah satu sama lain oleh jaringan parenkim. Ikantan pembuluh yang dibentuk biasanya bertipe amfiversal.letak ikatan pembuluh sekunder lebih teratur dibandingkan ikatan pembuluh primer.
Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil sebagai aktifitas kambium fasikuler dan kambium intrafasikuler. Aktifitas kambium ini pada umumnya bersifat bidereksional, ke arah luar menghasilkan floem sekunder dan ke arah dalam menghailkan xilem sekunder. Di dalam floem maupun xilem sekunder terdapat berkas-berkas parenkim ke arah radial. Parenkim ini disebut parenkim jari-jari empulur.Pada beberapa tumbuhan, reaksi jaringan sebelumnya terdapat pembentukan jaringan sekunder yang menyebabkan pertambahan diameter batang tampak jelas. Pada Tilia reaksi terhadap pertumbuhan sekunder terjadi di daerah floem. Pada daerah ini parenkim jari-jari empulur trampak melebar. Pelebaran jari-jari empulur seperti ini disebut dilatasi jari-jari empulur.
Secara anatomi, jaringan pada batang dapat dibagi menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel dan sering kali memiliki stomata dan trikoma. Sel-sel epidermis ini mampu melebar ke arah tangensial dan mampu bermitosis. Sifat epidermis seperti ini amat penting untuk merespon apabila terjadi tekanan sebagai akibat pertumbuhan sekunder, stomata dapat hilang dan digantikan oleh lentisel. Lentisel merupakan pori yang menghubungkan ruang antar sel dalam tumbuhan dengan dunia luar setelah epidermis digantikan oleh periderm. Biasanya lentisel dibentuk di bawah stomata. Felogen pada daerah lentisel membentuk jaringan pengisi, yaitu jaringan dimana sel-sel tidak berlekatan satu sama lain. Kadang-kadang terdapat jaringan penutup pada jaringan pengisi tersebut.
Di epidermis terdapat daerah korteks. Korteks batang biasanya mengandung jaringan parenkim. Sel-sel parenkim ini biasanya mengandung banyak kloroplas. Pada korteks juga dapat ditemukan adanya jaringan kolenkim dan sklerenkim. Kedua jaringan ini biasanya terdapat di bagian luar korteks. Disebelah bawah korteks terdapat jaringan pembuluh. Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh kurang jelas, karena batang tidak memiliki endodermis sebagaimana pada akar. Pada beberapa tumbuhan, sel-sel parenkim korteks bagian dalam dapat mengandung pati. Sel-sel ini biasanya disebut sebagai seludang pati.
Jaringan pembuluh berkembang dari prokambium yang dapat berpisah satu sama lain atau membentuk silinder prokambium. Jaringan prokambium ini berdiferensiasi membentuk floem dan xilem primer, sehingga terbentuklah berkas-berkas ikatan pembuluh atau silinder pembuluh. Xilem terbentuk secara exarch dan floem secara endarch. Pada tumbuhan dikotil dan coniferae, jaringan pembuluhh biasanya berbentuk silinder berongga yang dibatasi oleh korteks di sebelah luar dan empulur di sebelah dalam. Jaringan pembuluh ini dapar dibagi menjadi bagian-bagian yang masing-masing disebut berkas ikatan pembuluh (vascular).
I.2 Tujuan Praktikum.
1.      Dapat mengetahui pengertian batang
2.      Dapat mengetahui anatomi batang
3.      Dapat mengetahui permukaan batang
4.      Dapat membedakan bentuk umum batang



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Mentimun (Cucumis sativus)
2.1.1  Morfologi
           Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
2.1.2   Anatomi
Pada batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada batang  ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
 2.1.3   Ekologi
 Mentimun cocok ditanam di lahan yang jenis tanahnya lempung sampai lempung berpasir yang gembur dan mengandung bahan organik. Mentimun membutuhkan pH tanah di kisaran 5,5-6,8 dengan ketinggian tempat 100-900 m dpl. Untuk pertumbuhan yang optimum diperlukan iklim kering, sinar matahari yang cukup dengan temperatur optimal antara 21 0 C – 30 0 C. sementara untuk suhu perkecambahan biji optimal yang dibutuhkan antara 25 0 C – 35 0 C Kelembapan udara (RH) yang dikehendaki oleh tanaman mentimun agar hidup dengan baik adalah antara 80-85%. Sementara curah hujan optimal untuk budidaya mentimun adalah 200-400 mm/bln.
2.2   Jagung (Zea Mays)
2.2.1   Morfologi
 Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas.  Batang tanaman jagung beruas-ruas dengan jumlah 10-40 ruas.. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju perikarp dekat epidermis.
2.2.2  Anatomi
Pada potongan melintang, jaringan epidermis berbentuk persegi. Sel epidermal mengandung bagian kristal yang  memanjang. Di dalam setelah jaringan epidermis, terdapat jaringan sklerenkim yang tebal. Sklerenkim pada batang saling berselang-seling dengan jaringan klorenkim. Sklerenkim sebagian mengandung kumpulan sistem vaskular yang melingkari batang. Terdapat 3-5 sistem vaskular yang mengitari batang.  Bagian sistem vaskular yang terluar merupakan yang terkecil. Bagian utama sistem vaskular yangterdiri dari xilem dan floem menyebar di bagian  dalam tengah pada batang. Sistem vaskular yang berada di tengah tidak seluas sistem vaskular yang berada pada bagian periferal (pinggir). Sistem vaskular yang terletak pada bagian tengah batang tidak memiliki jaringan sklerenkim. Pada bagian tengah batang. Sklerenkim digantikan oleh jaringan keran bernama parenkim
2.2.3  Ekologi
Jagung merupakan tanaman daerah beriklim hangat dengan kelembaban mencukupi. Iklim juga turut berperan dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin ribut, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jagung. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan jagung adalah antara 21-30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalah antara suhu 21-27 derajat celcius.
2.3   Kangkung (Ipomoea reptan)
2.3.1  Morfologi
Batang kangkung tersusun atas sel aerinkim atau parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga mengandung kloroplas. Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan fotosintesis. Pada batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak terdapat empulur) sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas (buku), hal ini mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki kemampuan untuk mengapung.
2.3.2  Anatomi
Lapisan dalam batang kangkung disusun oleh satu lapis epidermis. Daerah korteks disusun oleh jaringan penguat yang berupa kolenkima dan parenkima. Jaringan kolenkima terdiri dari 2-3 lapis sel, terletak di sebelah dalam epidermis. Parenkima terdapat di sebelah dalam jaringan kolenkima. Lapisan endodermis masih tampak jelas.
2.3.3  Ekologi
                      Tumbuhan kangkung kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan mempunyai rongga udara dalam batang.  







2.4   Bambu (Bambusa Sp)
2.4.1  Morfologi
        Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga (ada pula yang masif), berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya biasanya hijau dan jika sudah tua akan menguning atau cokelat. Tumbuhnya ke atas dan tegak lurus (erectus). Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar dibawah lantai. Batang-batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. Pada bagian tanaman terdapat organ-organ daun yang menyelimuti batang yang disebut dengan pelepah batang. Biasanya pada batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Pada ujung pelepah batang terdapat perpanjangan tambahan yang berbetuk segi tiga dan disebut subang yang biasanya gugur lebih dulu.
2.4.2  Anatomi
Pada anatomi bambu terdapat kolom bambu yang terdiri atas sekitar 50% parenkim, 40% serta dan 10% sel penghubung (Pembulu dan sieve tubes) Dransfield dan wijaja (1995). parenkim dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada bagian dalam dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian luar. Sedangkan susunan serat pada ruas penghubung antara buku memiliki kecenderungan bertambah besar dari bawa ke atas sementara parenkimnya berkurang.
2.4.3  Ekologi
        Bambu adalah tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, dilaporkan dapat tumbuh 100 cm dalam 24 jam.[Namun laju pertumbuhan ini amat ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3 –10 sentimeters per hari. Beberapa dari spesies bambu terbesar dapat tumbuh hingga melebihi 30 m tingginya, dan bisa mencapai diameter batang 15–20 cm. Namun spesies tertentu hanya bisa tumbuh hingga ketinggian beberapa inci saja.
2.5   Markisa (Artocarpus integra)
2.5.1 Morfoligi
               Batang markisa mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali.Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang : pada penampang melintang dari tumbuhan ini adalah berbentuk segi empat. Dan jika dilihat dari permukaannya, batang tumbuhan ini memperlihatkan sifat yang bermacam-macam. Permukaan batangnya adalah seperti bersayap (alatus), biasanya pada batang yang bersegi, tetapi pada sudut-sudutnya terdapat pelebaran yang tipis.
2.5.2 Anatomi
Pada batang markisa, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada batang  ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang markisa. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
2.5.3 Ekologi
Tanaman markisa dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Akan tetapi lebih banyak menghasilkan kalau ditanam di dataran tinggi. Tempat yang cocok bagi tanaman ini antara 600-1400 m di atas  permukaan laut bagi. Tanaman ini juga membutuh kan sinar matahari yang cukup serta angin untuk persarian. Akan tetapi, angin yang sangat keras kurang baik.




2.6  Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
 2.6.1 Morfologi
         Batang Rumput teki tumbuh tegak, berbentuk segitiga, berongga kecil dan agak lunak, tingginya 10-30 cm dan penampangnya 1-2 mm. membentuk umbi di pangkal batang, membentuk rimpang panang yang dapat membentuk tunas baru, daun-daun terdapat di pangkal batang.
2.6.2 Anatomi
Anatomi rumput teki mempunyai jaringan epidermis yang terdiri dari selapis sel dan jaringan korteks  karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar sehingga memiliki bentuk batang yang segi tiga.
2.6.3 Ekologi
Pada tumbuhan rumput teki lebih baik tumbuh dihalaman dan ladang-ladang pada ketinggian sekitar 1300 m di atas permukaan laut atau pada daerah semi-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang rumput.  Dan pada umumnya, tumbuhan di daerah beriklim tropis dan subtropis.









BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan diLaboraturium Tanah dan Konservasi Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia pada hari minggu tanggal 17  November 2013 jam 08:00 -14:45 WITA
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Pensil

Buku gambar

penggaris


Penghapus

Pensil Warna


             
Pisau Cutter



3.2.2 Bahan

Rumput Teki

Batang Markisa

Batang Jagung

Batang Bambu











Batang Mentimun

Batang Kangkung












3.3 cara Kerja
1.   Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.   Menyiapkan bahan (batang tumbuhan) diatas meja.
3.   Mengamati kemudian gambar batang tersebut pada buku gambar.
4.    Kemudian memberikan keterangan pada gambar berupa klasifikasi tanaman dan bagian- bagiannya.
5.    Terakhir merendam dengan menggunakan alkohol kemudian keringkan.
6.   Ditempel pada buku gambar daun tanaman yang telah diawetkan.








BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
No
Gambar
Keterangan
1.
Batang Mentimun
Mentimun (Cucumis sativus)
Kingdom          
Subkingdom    
Super Divis      Divisi                 Kelas               Sub Kelas              
Ordo                
Famili              
Genus              
Spesies            


Plantae
Tracheobionta
Spermatophyta
Angiospermae  Dicotyledonae
Dilleniidae
Violales  Cucurbitaceae
Cucumis
Cucumis sativus L
2
Batang Jagung
BatangJagung ( Zea mays L.)


Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub kelas
Ordo
Famili
Genus
Speis

Plantae
Tracheobionta
Spermatophyta
Magnoliophyta Liliopsida Sub Commelinidae
Poales
Poaceae
Zea
Zea mays L.




No
Gambar
Keterangan
3.
Batang Markisa
Batang markisa
(Passiflora quadrangularis L.)
Kingdom
Super Devisi        
Devisi    
    Kelas  
Ordo            
Famili        
Genus           Spesies        

  Plantae
      Tracheobionta  
Spermatophyta  Dicotyledonea  Parietales      
  Passifloraceae
  Passitlora
Passiflora quadrangularis L
4.
Batang rumput teki
  Batang rumput teki (Ciperus rotundus)
Kingdom          
Divisi  
Sub Devisi      Kelas  
Ordo          
Famili        
Genus          
Spesies      
 :
:
:
:
:
:
:
:
Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotilae
Cyperales
Cyperaceae
Cyperus
Ciperus rotundus
5.
Batang kangkung
Batang  Kangkun (Ipomoea reptans)


Kingdom            Divisi  
SubDivisi      Kelas      
Ordo        
Famili        
Genus        
Spesies        
 :
:
:
:
:
:
:
:
Plantae
 Spermatophyta
Angiospermae
 Dicotilae
Tubiflorae
Convolvulaceae
Ipomoea
Ipomoea reptans

6.
Batang bambu
  Batang bamboo (Banbusa sp)
Kingdom          
Divisi  
Sub Devisi      Kelas  
Ordo        
Famili      
Genus          
Spesies            
 :
:
:
:
:
:
:
:
Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotilae
Poaeles
Poaeles
Bambusa
Bambusa sp

4.2 Pembahasan
4.2.1. Mentimun (Cucumis sativus)
Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat. Pada batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada batang  ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Pada batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada batang  ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
4.2.2  Batang jagung (Zea Mays)
  Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas.  Batang tanaman jagung beruas-ruas dengan jumlah 10-40 ruas.. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Pada potongan melintang, jaringan epidermis berbentuk persegi. Sel epidermal mengandung bagian kristal yang  memanjang. Di dalam setelah jaringan epidermis, terdapat jaringan sklerenkim yang tebal. Sklerenkim pada batang saling berselang-seling dengan jaringan klorenkim. Sklerenkim sebagian mengandung kumpulan sistem vaskular yang melingkari batang. Terdapat 3-5 sistem vaskular yang mengitari batang. Jagung merupakan tanaman daerah beriklim hangat dengan kelembaban mencukupi. Iklim juga turut berperan dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin ribut, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jagung. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan jagung adalah antara 21-30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalah antara suhu 21-27 derajat celcius.
4.2.3        Batang Kangkung (Ipomoea reptan)
Batang kangkung tersusun atas sel aerinkim atau parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga mengandung kloroplas. Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan fotosintesis. Pada batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak terdapat empulur) sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas (buku), hal ini mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki kemampuan untuk mengapung. Lapisan dalam batang kangkung disusun oleh satu lapis epidermis. Daerah korteks disusun oleh jaringan penguat yang berupa kolenkima dan parenkima. Jaringan kolenkima terdiri dari 2-3 lapis sel, terletak di sebelah dalam epidermis. Parenkima terdapat di sebelah dalam jaringan kolenkima. Lapisan endodermis masih tampak jelas. Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan mempunyai rongga udara dalam batang.
4.2.4 Batang Bambu (Bambusa Sp)
Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga (ada pula yang masif), berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya biasanya hijau dan jika sudah tua akan menguning atau cokelat. Tumbuhnya ke atas dan tegak lurus (erectus). Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar dibawah lantai. Batang-batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. Kolom bambu terdiri atas sekitar 50% parenkim, 40% serta dan 10% sel penghubung (Pembulu dan sieve tubes) Dransfield dan wijaja (1995). parenkim dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada bagian dalam dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian luar. Bambu adalah tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, dilaporkan dapat tumbuh 100 cm dalam 24 jam.[Namun laju pertumbuhan ini amat ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3 –10 sentimeters per hari.
4.2.5 Batang markisa (Artocarpus integra)
Batang markisa mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali.Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang : pada penampang melintang dari tumbuhan ini adalah berbentuk segi empat. Dan jika dilihat dari permukaannya, batang tumbuhan ini memperlihatkan sifat yang bermacam-macam. Permukaan batangnya adalah seperti bersayap (alatus), biasanya pada batang yang bersegi, tetapi pada sudut-sudutnya terdapat pelebaran yang tipis.
Pada batang markisa, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada batang  ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang markisa. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Tanaman markisa dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Akan tetapi lebih banyak menghasilkan kalau ditanam di dataran tinggi. Tempat yang cocok bagi tanaman ini antara 600-1400 m di atas  permukaan laut bagi.
4.2.6       Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
Batang Rumput teki tumbuh tegak, berbentuk segitiga, berongga kecil dan agak lunak, tingginya 10-30 cm dan penampangnya 1-2 mm. membentuk umbi di pangkal batang, membentuk rimpang panang yang dapat membentuk tunas baru, daun-daun terdapat di pangkal batang. Anatomi rumput teki mempunyai jaringan epidermis yang terdiri dari selapis sel dan jaringan korteks  karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung. Pada tumbuhan rumput teki lebih baik tumbuh dihalaman dan ladang-ladang pada ketinggian sekitar 1300 m di atas permukaan laut atau pada daerah semi-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang rumput.  Dan pada umumnya, tumbuhan di daerah beriklim tropis dan subtropis.








BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Batang merupakan bagian yang muncul di permukaan tanah, berbantuk lurus batang bambudan bulat dan terdiri dari ruas-ruas yang dibatasi oleh sekat antar ruas (buku). Setiap bagian buku bambu (node) memiliki dua cincin, bagian bawah disebut dengan cincin.
2. Anatomi batang yaitu beberapa tumbuhan sering kali tidak menampakkan batangnya karena ruas-  ruasnya sangat pendek sehingga yang tampak di atas tanah daun-daun yang berjejal-jejal. Tumbuhan yang tidak tampak batangnya sering disebut dengan planta acaulis. Daun-daun pada tumbuhan ini tumbuh membentuk roset daun sebagai contoh lidah buaya (Aloe vera), (jadam, Adam dan Hawa), sawi (Brassica juncea). Batang pohon kelapa tumbuh ke atas tetapi pada ujungnya ruas-ruasnya sangat pendek dan membentuk roset, tumbuhan demikian disebut roset batang.
3. Permukaan Batang : Licin, berusuk, beralur, bersayap
4.   Bentuk Umum Batang : Simetri radial, dorsipentral, bentuk bundar, bentuk cakram   bentuk kerucut terbalik
5.2 Saran
 Sebaiknya para praktikan menguasai materi sebelum praktek sehinnga ketika melaksanakan respon pintu bisa menjawab selain itu juga agar praktek bisa berjalan dengan baik.



AYAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN BATANG

            Surah al lukman ayat 27

Artinya :
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena & laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Q.S Lukman : 27)





DAFTAR PUSTAKA
http://s ustainablemovement.wordpress.com/2011/12/27/anatomi-dan-morfologi-tanaman-jagung/
Cartono,Yusuf Ibrahim. 2008. Anatomi Tumbuhan. Bandung: Prisma Press. Di
             akses pada tanggal 18 November 2013
Suratman, Dwi Priyanto, dkk.2006. Analisis Keragaman tanaman, Genus Ipomoea
               Berdasarkan Karakter Morfologi. Di akses pada 20 November 2013
Www.Scribd.com/doc/34804729/ Morfologi-bambu. Diakses 17 November2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMULIAAN TANAMAN LAPORAN JAGUNG

PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L., adalah salah satu jenis tanaman biji-bij...