Selasa, 15 Agustus 2017

PEMULIAAN TANAMAN LAPORAN JAGUNG



PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L., adalah salah satu jenis tanaman biji-bijian yang menurut sejarahnya berasal dari Amerika.Orang-orang Eropa yang datang ke Amerika membawa benih jagung tersebut ke negaranya.Melalui Eropa tanaman jagung terus menyebar ke Asia dan Afrika.Baru sekitar abad ke-16 tanaman jagung ini oleh orang Portugis dibawa ke Pakistan, Tiongkok dan daerah-daerah lainnya di Asia termasuk Indonesia (Wirawan dan wahab, 2007).Di Indonesia daerah-daerah penghasil tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus daerah Jawa Timur dan Madura, tanaman jagung dibudidayakan cukup intensif karena selain tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung (Warisno, 2007).
Jagung merupakan salah satu pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi.Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat.Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting.Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam (Suprapto, 1999).
Prospek usaha tani tanaman jagung cukup cerah bila dikelola secara intensif dan komersial berpola agribisnis.Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan.Hasil penelitian agroekonomi tahun 1981- 1986 menunjukkan bahwa permintaan terhadap jagung terus meningkat (Rukmana, 1997).
Memiliki sel-sel seludang pelbuluh yang mengandung klorofil. Di dalam sel ini terjadi dekarboksilasi malat dan aspartat yang menghasilkan CO2 yang kemudian memasukki siklus calvin membentuk pati dan sukrosa. Di tinjau dari segi kondisi lingkungan, tanaman C4 teradaptasi pada terba (Irfan, 1999).

 Pemerintah telah memprogramkan peningkatan produktivitas pertanian sub sektor tanaman pangan melalui ketersediaan varietas unggul baru spesifik lokasi. Penyebaran varietas unggul akan terwujud apabila varietas hasil persilangan ataupun seleksi yang dihasilkan oleh balai komoditas nasional tersedia dalam jumlah memadai dan siap diadaptasikan. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui varietas jagung komposit (bersari bebas yang adaptif pada lahan kering di Sulawesi Tenggara.Uji adaptasi beberapa varietas jagung komposit di kabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan pada tahun 2012.Pengkajian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Varietas jagung komposit terdiri dari lima varietas sebagai perlakuan yaitu varietas Lagaligo, Lamuru, Sukmaraga, Srikandi Kuning-1 dan Anoman-1. Luas setiap ulangan 0,25 ha, varietas jagung yang di uji berasal dari Balitsereal Maros. Lahan diolah sempurna, ditanam secara tugal dengan jumlah benih dua per lubang.Pemupukan diberikan sesuai dengan anjuran berdasarkan analisa Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).Data hasil pengamatan berupa tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, diameter tongkol, panjang tongkol dan produktivitas dianalisis dengan uji rata-rata antar varietas.Hasil pengkajian menujukkan bahwa varietas jagung Sukmaraga adaptif di tiga lokasi dibandingkan dengan varietas Lamuru, Lagaligo, Srikandi Kuning-1 dan Anoman-1, baik dari variabel pengamatan terhadap keragaan agronomis maupun keragaan Produktivitas. Tingkat produktivitas tertinggi pada varietas jagung Sukmaraga rata-rata mencapai 5.05 t/ha – 7.64 t/ha, terendah pada varietas Anoman-1 dengan rata-rata produktivitas 3,75 t/ha.

2
 
Pemuliaan tanaman adalah kegiatan mengubah susunan genetikindividu maupun populasitanaman untuk suatu tujuan. Pemuliaan tanaman kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian; pada kenyataannya, kegiatan penangkaran adalah sebagian dari pemuliaan. Selain melakukan penangkaran, pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik sehingga diperoleh tanaman yang lebih bermanfaat. Pengetahuan mengenai perilaku biologi tanaman dan pengalaman dalam budidaya tanaman merupakan hal yang paling menentukan keberhasilan usaha pemuliaan, sehingga buku-buku teks seringkali menyebut pemuliaan tanaman sebagai seni dan ilmu memperbaiki keturunan tanaman demi kemaslahatan manusia.Di perguruan tinggi, pemuliaan tanaman biasa dianggap sebagai cabang agronomi (ilmu produksi tanaman) atau genetika terapan, karena sifat multidisiplinernya.
Persilangan merupakan cara yang paling populer untuk meningkatkan variabilitas genetik, bahkan sampai sekarang karena murah, efektif, dan relatif mudah dilakukan. Berbagai galur hasil rekayasa genetika pun biasanya masih memerlukan beberapa kali persilangan untuk memperbaiki penampilan sifat-sifat barunya.Pada dasarnya, persilangan adalah manipulasi komposisi gen dalam populasi. Keberhasilan persilangan memerlukan prasyarat pemahaman akan proses reproduksi tanaman yang bersangkutan (biologi bunga). Berbagai macam skema persilangan telah dikembangkan (terutama pada pertengahan abad ke-20) dan menghasilkan sekumpulan metode pemuliaan yang telah diterapkan pada berbagai perusahaan perbenihan
Tujuan dan Kegunaan
Tujuan
Adapun untuk mengetahui persilangan hibridasi dan perbandingan pertumbuhan dan perkembangan jagung  lagaligodan jagung bromo.
Kegunaan
Adapun kegunaan dari praktikum ini yaitu dapat mengetahuidengan cara persilangan  agar dapat menghasilkan varietas unggul. 



Text Box: 3
 



TINJAUAN PUSTAKA
Budidaya Jagung
Syarat Pertumbuhan
Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri denganlingkungan di luar daerah tersebut.Jagung tidak menuntut persyaratan lingkunganyang terlalu ketat, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisitanah yang agak kering.Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya, jagung menghendakibeberapa persyaratan.
 Iklim
Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerahberiklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah.Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40derajat LS.Pada lahan yang tidak beririgasi, pertumbuhan tanaman ini memerlukan curahhujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata.Pada fase pembungaandan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air.Sebaiknyajagung ditanam diawal musim hujan, dan menjelang musim kemarau.Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. Tanamanjagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat/ merana, danmemberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buahSuhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C, akan tetapi bagipertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajatada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat. Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripadamusim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji danpengeringan hasil.
Media Tanam
Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus.Agar supaya dapattumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus.Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunungberapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat(grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik denganpengolahan tanah secara baik.Sedangkan untuk tanah dengan teksturlempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.
Ketinggian Tempat
Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerahpegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl.Daerah denganketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagipertumbuhan tanaman jagung.
Pembibitan
Persyaratan Benih
Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisikmaupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidaktercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hamadan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benihbersertifikat.Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung padakesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih.Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yanglebih tinggi. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkanvarietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapatdigunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. Beberapavarietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1, Hibrida C2, Hibrida Pioneer 1, Pioneer 2, IPB 4, CPI-1, Kaliangga, Wiyasa, Arjuna, BasterDankuning, Kania Putih, Metro, Harapan, Bima, Permadi, Bogor Composite, Parikesit,Sadewa, Nakula. Selain itu, jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkanadalah: CPI-2, BISI-1, BISI-2, P-3, P-4, P-5, C-3, Semar 1 dan Semar 2(semuanya jenis Hibrida).
Penyiapan Benih
Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanamanjagung yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih, diambil yangtongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot,
5
 
dan tidak terserang oleh hama penyakit.Tongkol dipetik pada saat lewat fasematang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daunmenguning. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. Apabila benihakan disimpan dalam jangka lama, setelah dikeringkan tongkol dibungkus dandisimpan dan disimpan di tempat kering. Dari tongkol yang sudah kering, diambilbiji bagian tengah sebagai benih.Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkaltidak digunakan sebagai benih.Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%, jikakurang dari itu sebaiknya benih diganti.Benih yang dibutuhkan adalahsebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar.
Pemindahan Benih
Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida sepertiBenlate, terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Sedangkan biladiduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkanke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik sepertiFuradan 3 G.
Pengolahan Media Tanam
Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah, dan memberikankondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Melalui pengolahan tanah, drainasedan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. Tanah diolah pada kondisi lembabtetapi tidak terlalu basah. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum :
Persiapan
Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agardiperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akanditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudiandiratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak.Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan.
Pembukaan Lahan
Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanamansebelumnya.Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunyadikembalikan ke dalam tanah, kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan danpengolahan tanah dengan bajak.
 



6
 
 
Pembentukan Bedengan
Setelah tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisantanaman.Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuatterutama pada tanah yang drainasenya jelek.
Pengapuran
Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur.Jumlah kapur yangdiberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. Pemberiandilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisantanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/haper musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.
Pemupukan
Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukupmaka harus dilakukan pemupukan. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangatbergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Anjuran dosisrata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha, TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha.Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar:.
Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman.Dengan  polatanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yangtersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit, keteknikan dan social ekonomi). Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusunselama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahanyang sepenuhnya tergantung dari hujan.Maka pemilihan jenis/varietas yangditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curahhujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut:
7
 
Tumpang sari (Intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umursama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai;tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun sepanjang tahundengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntunganmaksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kacang tanah, ubi kayu.
 Pembuatan Lubang Tanah
           Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agarbenih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm,dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjangumurnya, tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas.Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejakpenanaman, jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang).Jagungberumur sedang (panen 80-100 hari), jarak tanamnya 25x75 cm (1tanaman/lubang).Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari), jaraktanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang).Kedalaman lubang tanam yaitu antara 3-5 cm.
Cara Penanaman
Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman.Dapat jugadigunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap lubang ditanam dua tanamanTanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat airberlebihan. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hamper berakhir, benih jagung ini dapat ditanam. Tetapi air hendaknya cukup tersediaselama pertumbuhan tanaman jagung.Pada saatpenanaman sebaiknya tanahdalam keadaan lembab dan tidak tergenang.
9
 
Apabila tanah kering, perlu diairidahulu, kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Pembuatan lubangtanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuatlubang, 1 orang memasukkan benih, 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar danmenutup lubang). Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yangdikehendaki, bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan3 biji per lubang, bila dikehendaki 1 tanaman per lubang, maka benih yangdimasukkan 2 butir benih per lubang.
Pemeliharaan
Penjarangan dan Penyulaman
8
 
Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuaidengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi.Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau guntingyang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsungtidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkantumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati.Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih sertaperlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulamanhendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman palinglambat dua minggu setelah tanam.
Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu(gulma).Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali.Penyiangan pada tanamanjagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dansebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran
tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah.Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untukmemperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah.Selain itujuga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu,bersamaan dengan waktu pemupukan.Caranya, tanah di sebelah kanan dan kiribarisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman.Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Untuk efisiensi tenagabiasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitusetelah tanaman berumur 1 bulan.
Pemupukan
9
 
Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap.Pada tahap pertama(pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam.Pada tahapkedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4minggu setelah tanam.Pada tahap ketiga (pupuk susulan II),
10
 
pupuk diberikansetelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.
Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telahlembab.Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agartanaman tidak layu.Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukanlebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunantanaman jagung.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yangdapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakanyaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pelaksanaan

 
penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkatpopulasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.
Hama Dan Penyakit
Hama
1.  Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan; di sekitar bekas gigitanatau bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadilayu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibitdengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan dabbergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjanglalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergilirantanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit, terutamasetelah selesai panen jagung; (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segeradicabut dan dimusnahkan, agar hama tidak menyebar; (3) kebersihan di sekitarareal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadaptanaman inang yang sekaligus sebagai gulma; (4) pengendalian secara kimiawi.
2.   Ulat pemotong
Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diataspermukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya,akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. Penyebab:beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. (A. ipsilon); Spodoptera litura,penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung(Helicoverpa armigera). Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada arealyang luas, bisa juga dilakukan pergiliran tanaman; (2) dengan mencari danmembunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah; (3) sebelumlahan ditanami jagung, disemprot terlebih dahulu dengan insektisida.
Penyakit
1. Penyakit bulai (Downy mildew)
        Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. spora javanica serta P.spora philippinensis. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atasserta keadaan udara lembab. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu,daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warnamenguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2)pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalamigangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulaidari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanamandewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam danpola pergiliran tanaman, penanaman varietas unggul; (3) dilakukan pencabutantanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan.
2. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
11
 
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampakbercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat,bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semulabercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan,kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaandaun berwarna coklat.Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selaludilakukan guna menekan meluasnya cendawan; (2) mekanis dengan mengaturkelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab; (3) kimiawi dengan pestisidaantara lain: Daconil 75 WP, Difolatan 4 F.


Panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masakkering/masak mati.
Ciri dan Umur Panen
Ciri jagung yang siap dipanen adalah.Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam.Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandaidengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga.Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas.Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh.Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Jagung untuk direbus dan dibakar,dipanen ketika matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bilabiji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Jagung untukmakanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluanlainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Tanda-tandanya: sebagian besar daundan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklatkehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Bila biji dipijitdengan kuku, tidak meninggalkan bekas.
Pemuliaan Dan Persilangan (Hibridisasi)
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap tanaman.Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Pada peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengam,bilan tepung sari tersebut dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil kemungkinan terjadinya penyerbukan (ferdy. 2008). Sesuai dengan hubungan kekeluargaan tanaman yang akan disilangkan ada beberapa macam
13
 
persilangan :Intravarietal. Persilangan antara tanaman-tanaman dari varietas yang berbeda tetapi masih dalam spesies yang sama. Juga disebut persilangan intraspesifik Interspesifik. Persilangan dari tanaman-tanaman yang berbeda spesies tetapi masih dalam genus yang sama. Juga disebut persilangan intragenerik. Persilangan ini dilakukan untuk maksud memindahkan daya ressistensi terhadap hama, penyakit dan kekeringan dari suatu spesies ke lain spesies. Misal : tomat, tebu
           Keragaman genetik merupakan salah satu hal penting dalam perakitan dan pengembangan varietas baru dari suatu komoditas, termasuk jagung. Banyak karakter yang diinginkan pada tanaman jagung, di antaranya menyangkut hasil, kualitas, dan ketahanan terhadap hama penyakit. Menurut ameriana et al. (1998)
Teknik persilangan
Persilangan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan rekombinasi gen. Secara teknis, persilangan dilakukan dengan cara memindahklan tepung sari kekepala putik pada tanaman yang diinginkan sebagai tetua, baik pada tanaman yang menyerbuk sendiri (self polination crop) maupun pada tanaman yang menmyerbuk silang (cross polination crop).keberhasilan persilangan sangat ditentukan oleh pemulia tanaman mengenai tehnik persilangan itu sendiri
Maupun pada pengetahuan akan bunga, misalnya:Stuktur bunga.Waktu berbunga.Saat bunga mekar.Kapan bunga betina siap menerima bunga jantan (tepung sari).Tipe penyerbukan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan persilangan buatan, yaitu:
Periode bunga tertua jantan dan betina yaitu. Pengaturan waktu tanam yang perlu dilakukan sedemikian rupa sehingga saat keluarnya bunga hampir serentak antara kedua tetua yang disilangkan.Waktu emaskulasi dan persilangan.
Metode pemuliaan yang terbukti telah berhasil terhadap speciesperbanyakan sendiri berada pada kategori sebagai berikut :
Seleksi galur murni adalah seleksi ini digunakan untk memilih varietas baru dari varietas yang dahulu telah melewati petani dari generasi ke generasi. Sebagian besar tanaman diseleksi dari varietas tersebut dan dapat diharapkan bersifat homozigot dan inilah titik awal dari perkembangan pemuliaan. Seleksi massal adalah seleksi ini berbeda dengan seleksi galur murni dalanjumlah tanaman dimana tidak hanya sebatang yang diseleksi untuk mendapatkan varietas baru. Varietas yang dikembangkan dengan cara ini mencakup beberapa genotipe yang lebih banyak dibandingkan populasi induknya.Metode hibridisasi, dengan pemisahan secara :Metode catatan terhadap galur asal usul.Metode silsilah digunakan secara luas oleh pemuliaan tanaman saat ini. Ia menurunkan namanya dari catatan yang disimpan oleh pendahulunya. Seleksi ini keungulanya didasarkan pada keadaan fisik dan sifat yang lain dari individu.Metode curah
adalah metode ini digunakan jika seleksi buatan dilakukan selama perbanyakan massal, pemilihan iini biasanya didasarkan atas tabiat dari individu tanaman.Metode persilangan kembalidalam metode ini diulang manjadi induk yang dikehendaki selama seleksi di kerjakan terhadap sifat karakteristik yang sedangdipindahkan dari dari satu donor induknya.(r.w. Allard, 1992)
Penyerbukan silang
penyerbukan silang adalah jatuhnya serbuk sari dari anter kestigma bunga yang berbeda Terjadinya penyerbukan silang disebabkan oleh. Gangguan mekanis terhadap penyerbukan sendiri.
Jagung adalah tipe monocious, staminate terdapat diujung batang dan pistilate pada batang. Serbuk sari mudah diterbangkan angin sehingga penyerbukan lebih dominan penyerbukan sendiri bisa terjadi 5% atau lebih. Ada perbedaan besar dalam hal penyerbukan pengontrolan polinasi silang dan juga kemudahan pengontrolan polinasi silang oleh pemulia tanaman. Beberapa species mempunyai sifat tidak serasi dan dapat dikawinkan tanpa adanya kesulitan terhadap sifat yang tidak cocok.
Metode penting yang sesuai dengan penyerbukan silang antara lain:
Seleksi massal ini merupakan cara yang penting dalam pengembanan macam-macamvarietas yang disilangkan.dalam seleksi ini jumlah yang dipilih banyak untuk memperbanyak generasi berikutnya.
Pemuliaan persilangan kembali
14
 
Metode ini digunakan dengan species persilangan luar yang nilainya sama baiknya dengan species.Hibridisasi dari galur yang dikawinkanVarietas hibrida tergantung dari keunggulan keragamanyang mencirikan hibrid f1 diantara genotipe tertentu.tipe genotipe yantg disilangkan melahirkan galur-galur, klon, strain, dan varietas.
Seleksi berulang
seleksi yang diulang, genotip[e yang diinginkan dipilih dari genotipe ini atau turunan sejenisnya disilangkan dengan luar semua kombinasi yang menghasilkan populasi untuk disilangkan.
Pengembangan varietas buatan. (r. W. Allard, 1992).
Varietas yang di  dirilis ( balit seraeal)
Berikut beberapa varietas yang telah dirilis oleh Balit Serealia :
Varietas Komposit
            Varietas komposit adalah varietas yang berisi bebas dimana varietas ini benihnya ditanam beberapa kali tapi hasil produksinya kurang disbanding hibrida. Adapun varietas komposit yang telah diliris di Balit Sereal diantarannya : Bima, Pandi, Primadi, Arjuna, Bromo, Abimayu, Nakula, Sadewa, Wiyasa, Kalingga, Metro, Baster kuning, Kania Putih, Malin, Harapan.
Varietas Hibrida
            Varietas hibrida adalah varietas yang dihasilkan dari tetua yang memiliki produksi hasil lebih tinggi dibandingkan komposit tetapi benihnya tidak boleh ditanam dua kali sebab kalau ditanam maka sifat tetuanya akan kembali sehingga terjadi namanya gen resesif dimana tanamannya tidak seragam pertumbuhannya sehingga menurunkan hasil produksi mencapai 50%. Bahkan lebih.
Adapun varietas hibrida yang telah diliris yaitu : pioneer 1 sampai pioneer 23, C-1 sampai C-10, A (Andalas) 4, NKRI, Semar 1 sampai 10, Bisi 1 sampai 18, SHS-1, SHS 2, Jaya 1 dan Jaya 2, Bima-1, Bima-2, Bima-3 Bantimurung, Provit A1, Provit A2.






15
 
 
METODOLOGI
Waktu dan Tempat
Praktikum Pemuliaan Tanaman ini dilakukan pada tanggal 11 April sampai 24 Juni 2015 di Laboratorium Rumah Kaca (Green House) Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia. Dan praktikum lapangan Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2015 di Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia (Balit Sereal) Kab. Maros.
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
Pulpen, penggaris, buku, label, kertas/plastik pembungkus malai, cotton bud untuk mengambil dan menempelkan serbuk sari pada bunga betina/tongkol, dan polibag.Kemudian bahan yang digunakan adalah tanah, benih jagung (Varietas Lagaligo) dan pupuk NPK.
Prosedur Kerja
1.      Mengisi media tanam (tanah dengan kaya bahan organic) ke dalam polibag
2.      Siram polibag yang sudah di isi dengan media tanam sampai mendekati titik jenuh dan setelah itu, tanam benih jagung Varietas Lagaligo pelihara dan identifikasi/amati tanaman dari segi morfologinya baik, tinggi tanaman dan jumlah daun, sampai pada fase generatif. Dengan catatan lakukan pemupukan pada minggu ke tiga dan menjelang fase generatif yaitu pupuk NPK, dengan dosis tertentu.
3.      Setelah mulai mucul rambut (putik) dan malai/tassel (benang sari) sebaiknya di sungkup dengan menggunakan kertas minyak  untuk membungus bunga betina sampai tiba masaknya
4.      Lakukan persilangan dari serbuk sari Varietas Lagaligo ke kepala putik dengan menaburi serbuknya diatas kepala putik begitupun sebaliknya. Setelah dilakukan penyerbukan bunga betina di tutup dengan kembali dengan sungkup hingga panen.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Table 1. Rata-rata pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pada umur kurang lebih 4 minggu setelah tanam

Parameter
Pengamatan
Varietas
Lagaligo
Bromo
Tinggi
Tanaman
Jumlah
Daun
Tinggi
Tanaman
Jumlah
Daun
Pengamatan 1
80 cm
8 helai
86 cm
5 helai
Pengamatan 2
84 cm
9 helai
88 cm
7 helai
Pengamatan 3
90 cm
11 helai
90 cm
9 helai
        Dari hasil rata-rata table pertumbuhan vegetatif tanaman jagung diatas menunjukan bahwa pertumbuhan jagung varietas Bromo lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan varietas lagaligo sedangkan untuk jumlah daun varietas Lagaligo lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan daun Bromo
Table 2.Pengamatan Bunga Jantan dan Bunga Betina.
Parameter
Pengamatan
Varietas
Lagaligo
Bromo
Bunga Jantan
-
Ada
Bunga Betina
Ada
-
         Dari hasil tabel diatas menunjukkan bahwa untuk varietas Lagaligo tidak mempunyai bunga jantan tetapi pada varietas Bromo memiliki bunga betina dan biasanya pada umur 4 minggu sudah mengeluarkan bunga jantan dan bunga betina pada umumnya, namun karena adanya faktor yang kurang mendukung seperti faktor lingkungan sehingga jagung tersebut lambat mengeluarkan bunga jantan dan bunga betina.
Pembahasan
Dari praktikum persilangan tanaman jagung ini, kami menggunakan jagung varietas lagaligo dengan varietas bromo, selain melakukan hibridisasi tetapi kami juga mengamati pertumbuhan tanaman jagung tersebut. Dari table pengamatan yang kami lakukan terlihat bahwa minggu pertama tanaman jagung memiliki tinggi tanaman 80 cm kemudian jumlah daun 8 helai, minggu kedua tinggi tanaman jagung mencapai 84 cm dengan jumlah daun seluruhnya 9 helai dan kemudian pada minggu ketiga tanaman jagung lagaligo mengalami kenaikan tinggi mencapai  90 cm dan bertambah jumlah daun 11 hela, pada table pengamatan kedua dapat dilihat bahwa jagung lagaligo tidak memiliki bunga jantan sedangkan bunga betina tanaman jagung lagaligo berbunga. Pada tanggal 23 Mei kami melakukan persilangan (crossing) dikarenakan bunga betina beserta bunga jantan sudah siap untuk diserbuki. Dalam persilangan ini tanaman jagung Lagaligo digunakan sebagai  betinanya sedangkan tetua jantan dapat diambil dari varietas Bromo.
Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam hibridisasi atau persilangan tanaman menyerbuk silang yaitu :
Pemilihan Tetua
  Ada lima kelompok sumber plasma nutfah yang dapat dijadikan tetua persilangan yaitu: (a) varietas komersial, (b) galur-galur elit pemuliaan, (c) galur-galur pemuliaan dengan satu atau beberapa sifat superior, (d) spesies introduksi tanaman dan (e) spesies liar. Peluang menghasilkan varietas unggul yang dituju akan menjadi besar bila tetua yang digunakan merupakan varietas-varietas komersial yang unggul yang sedang beredar, galur-galur murni tetua hibrida, dan tetua-tetua varietas sintetik.
Waktu Tanaman Berbunga
      Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan:Penyesuaian waktu berbunga. Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan reseptif waktunya bersamaan,Waktu emaskulasi dan penyerbukan.Pada tetua betina waktu emaskulasi harus diperhatikan, seperti pada bunga kacang tanah, padi harus pagi hari, bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma.Juga waktu penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif.Jika antara waktu antesis bunga jantan dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan, maka perlu dilakukan singkronisasi.
Cuaca Saat Penyerbukan
18
 
Cuaca sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasila persilangan buatan.Kondisi panas dengan suhu tinggi dan kelembaban udara terlalu rendah menyebabkan bunga rontok.Demikian pula jika ada angin kencang dan hujan yang terlalu lebat.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari praktikum tersebut dan pengamatan yang dilakukan maka dapat  diambil kesimpulan bahwa kita dapatmengetahui bagaimana  persilangan dengan cara hibridisasi. Persilangan hibridasi yaitu penyerbukan silang antara tetua yang berbeda susunan genetiknya.Pada tanaman menyerbuk sendiri hibridisasi merupakan langkah awal pada program pemuliaan setelah dilakukan pemilihan tetua.Umumnya program pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dimulai dengan menyilangkan dua tetua homozigot yang berbeda genotipenya.Pada tanaman menyerbuk silang, hibridisasi biasanya digunakan untuk menguji potensi tetua atau pengujian ketegaran hibrida dalam rangka pembentukan varietas hibrida. Selain itu, hibridisasi juga dimaksugkan untuk memperluas keragaman
Saran
Saran saya ketika kita melakukan praktikum sebaiknya jangan ada yang terlambat dan harus datang tepat waktu yang telah ditentukan oleh asisten dosen.
















DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2000. Penanggulangan kerusakan biji jagung oleh hama S. zeamais dengan berbagai alat/cara penyimpanan. Penelitian Pertanian Tanaman pangan 19: 1 - 5.

Anonim. 2005. Kontaminasi mikotoksin pada bahan pangan dan pakan di Indonesia. Makalah disampaikan pada Simposium Mikotoksin dan Mikotoksis. Jakarta, 30 Juli 2005.

Anonim. 2006. Proses pascapanen untuk menunjang perbaikan produk biji jagung berskala industri dan ekspor. Laporan Hasil Penelitian P2TP, Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. p. 1-15. 

Anonim. 2003. Highligth Balai Penelitian Tanaman Serealia 2002. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. p. 14-16. 

Anonim. 1997. Penanganan panen dan pascapanen jagung dalam rangka peningkatan mutu jagung untuk industri/ekspor. Seminar Temu Teknis Badan Pengndali Bimas, Departemen Pertanian. Jakarta, 27 Pebruari 1997.


















LAMPIRAN GAMBAR
IMG_7904.JPG
Gambar 1. Tanaman Jagung Varietas Lagaligo
IMG_7859.JPG
Gambar 2. Pada hari ketiga Tanaman Jagung akan diberikan pupuk NPK.
IMG_7900.JPG
Gambar 3.Pada tanggal 23 Mei kami melakukan persilangan (crossing) dikarenakan bunga betina beserta bunga jantan sudah siap untuk diserbuki. Dalam persilangan ini jagung Lagaligo digunakan sebagai  betinanya sedangkan tetua jantan dapat diambil dari varietas Bromo.
Adapun gambar pada saat praktik lapang di Balit Sereal :
IMG_9350.JPG
Gambar 4. Pada saat praktik lapang di Maros Balit Sereal

IMG_9359.JPG
Gambar 5. Pada saat praktik dilapang dan ini ketika kita melakukan penyerbukan

PEMULIAAN TANAMAN LAPORAN JAGUNG

PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L., adalah salah satu jenis tanaman biji-bij...